TRIBUNNEWS.COM , JAKARTA - Pesawat pembom tanpa awak Amerika Serikat (AS), kembali memakan korban, kali ini adalah lima orang terduga milisi. Mereka tewas dalam serangan di wilayah Pakistan di dekat perbatasan Afganistan, Minggu (3/5/2012).Sejumlah pejabat Pakistan menyebutkan, pesawat tersebut melepaskan sedikitnya empat rudal, dengan target kediaman para anggota milisi tersebut di Kota Wana, kawasan kesukuan Waziristan Selatan. "Sedikitnya lima anggota kelompok militan tewas setelah rumah mereka hancur," demikian keterangan pejabat keamanan Pakistan, seperti dikutip dari
BBC.
Serangan tersebut merupakan kedua kalinya pada pekan ini sekaligus serangan kelima di wilayah Pakistan dalam waktu kurang dari dua minggu terakhir.
Walau mendapat protes keras dari Pemerintah Pakistan, AS tetap melancarkan serangan udara ke beberapa tempat di Pakistan. AS berkilah hal tersebut guna meredam aksi kelompok Taliban dan Al-Qaida.
Pejabat terkait AS pernah menyatakan, serangan pesawat tak berawak sangat membantu dalam perang melawan jaringan militan.
Pada Maret lalu, komisi parlemen Pakistan telah menuntut permintaan maaf dari Amerika Serikat sehubungan dengan serangan pesawat tak berawak NATO yang menewaskan 24 tentaranya.
Komisi ini juga meminta agar serangan pesawat tanpa awak Amerika Serikat dihentikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar