]] Dynamic Blog: Wasiat Imam Ahmad kepada Kaum Muslimin Atas Kedzaliman Penguasa

Sabtu, 02 Juni 2012

Wasiat Imam Ahmad kepada Kaum Muslimin Atas Kedzaliman Penguasa

Renungkanlah wahai kaum muslimin: “Ketika seorang muslim dihadapkan pada cobaan dan ujian dari Allah untuk menyeleksi siapa yang terbaik dari para hambanya, maka termasuk faktor yang sangat penting untuk meneguhkan hati adalah adanya nasihat dan wasiat dari orang-orang saleh. Nasihat atau wasiat saat itu akan menjadi suatu hal yang sangat bermanfaat yang bisa memantapkan langkahnya.”
Di masa Khalifah Al-Makmun,
kaum muslimin diuji dengan pemikiran Mutazilah. Mereka dipaksa untuk mengatakan bahwa Alquran adalah makhluk. Siapa saja di antara tokoh masyarakat yang tidak mau mengatakan bahwa Alquran adalah makhluk maka dia dibunuh atau dipenjara. Saleh, putra Imam Ahmad, mengatakan, Semua ulama mengakui bahwa Alquran adalah makhluk kecuali empat orang: bapakku, Muhammad bin Nuh, Al-Qawariry, dan Al-Hasan bin Hammad. Akhirnya, Al-Qawariry dan Al-Hasan bin Hammad bersedia mengakui bahwa Alquran adalah makhluk. Tinggallah bapakku dan Muhammad bin Nuh di penjara selama beberapa hari. (Siyar A’lam An-Nubala’, hlm. 238)
Kita mengetahui bahwa Alquran adalah kalamullah dan bukan makhluk. Barang siapa yang mengatakan bahwa Alquran adalah makhluk, maka ia telah mengucapkan kalimat kekufuran, dan berarti ia telah kafir. Akan tetapi ingatkah kalian, ketika Imam Ahmad rahimahullah mendapat cobaan yang begitu berat, yaitu saat dipaksa oleh penguasa Al-Makmun untuk mengatakan bahwa Alquran adalah makhluk. Padahal, apabila Imam Ahmad tidak mengatakannya, Al-Makmun akan membunuhnya. Pada saat itu nasihat dan wasiat dari orang-orang salehlah yang dapat meneguhkan hati Imam Ahmad untuk tetap teguh memegangi kebenaran. Berikut ini kisah bagaimana Imam Ahmad mendapat ujian tersebut, yang ketika itu datang orang-orang yang ikhlas memberikan nasihatnya hinnga akhirnya dapat melewati ujian tersebut dengan selamat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar